Warung Internet
Jln. Raya Bayah - Cikotok Lebak Banten

Menampilkan Nama flashdisk pada Windows 7

Teman teman yang menggunakan Windows 7 pasti ada yang merasa kesal karena setiap kali kita menghubungkan flashdisk, nama yang muncul adalah “Removable Storage” bukan nama yang sudah kita tentukan sebelumnya. Sekalipun kita rename sebanyak apapun nama yang muncul tetaplah “Removable Storage”. Bagaimana ini bisa terjadi?
Sebenernya hal ini muncul karena dalam flashdisk terdapat file tersembunyi dan terproteksi bernama “autorun.inf”. Masalah ini cenderung terjadi kepada mereka yang menggunakan Antivirus Lokal SMADAV karena SMADAV mengunci file ini. Masalah ini akan langsung terselesaikan apabila kita menghilangkan “autorun.inf”. Lalu bagaimana kita menghilangkannya?
Ikuti langkah berikut :
Untuk yang bukan pengguna SMADAV
  1. Pada Windows Explorer Klik Organize, lalu pilih Folder and Search Option.
  2. Klik tab View, kemudian pilih show hidden files, folders and drives dan hilangkan tanda centang pada Hide Protected Operating System Files. Klik OK.
  3. Sekarang Windows akan menampilkan semua file tersembunyi dan terproteksi.
  4. Carilah file “autorun.inf” pada flashdisk/harddisk anda kemudian delete file tersebut.
  5. Rename kembali flashdisk/harddisk anda.
  6. Kembalikan Setting ke Default pada Folder and Search Option.
Untuk Pengguna SMADAV.
  1. Buka jendela SMADAV anda.
  2. Pilih tab Tools, kemudian klik tab Smad-Lock.
  3. Disini anda bisa melihat semua drive yang terhubung pada komputer, pastikan status flashdisk anda “Unlocked”. Jika tidak klik flashdisk anda tersebut lalu klik Unlock.
  4. Cabut Flashdisk dan hubungkan kembali. Flashdisk anda seharusnya kembali ke nama yang anda berikan.
Selamat Mencoba, Semoga Membantu, :)
Catatan : Cara ini dapat digunakan pula untuk masalah yang terjadi pada harddisk.

Membatasi Bandwidth Tanpa Software

Sharing koneksi internet atau Internet Connection Sharing adalah hal lazim dilakukan sekarang ini. Namun membagi koneksi internet ke beberapa komputer jelas menurunkan bandwidth yang kita terima dari Internet Service Provider (ISP) jika beberapa user secara bersamaan mengakses internet. Apalagi jika seorang user sedang mendownload file yang cukup besar. Misalkan sebuah film berdurasi 2 jam yang besarnya kira-kira 1 GB. Coba bayangkan jika satu koneksi internet kita bagi ke 10 PC dan semua pengguna PC tersebut sedang mendownload file yang besarnya 1 GB bisa lemot koneksi internet kita. Untuk itu, saya rasa perlu jika Anda membatasi bandwith koneksi internet pada setiap komputer.

Untuk membatasi bandwith koneksi internet, lazimnya kita menggunakan sebuah software bandwidth management yang mungkin tidak gratis dan berharga cukup mahal. Namun ada sebuah cara membatasi bandwidth koneksi internet sebuah komputer tanpa menggunakan software pada sebuah jaringan lokal (LAN) kita. Langkah-langkah yang kita gunakan hampir sama dengan cara mempercepat koneksi internet yang pernah saya tulis sebelumnya. Namun, ada sedikit perbedaan. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Klik Start »» Run dan ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter.
  2. Pada jendela sisi sebelah kiri pilih Computer Configuration »» Administrative Template »» Network »» Qos Packet Scheduler.
  3. QosPacketScheduler untuk membatasi bandwidth
  4. Kemudian di sisi jendela sebelah kanan double click Limit Reservable Bandwidth
  5. Opsi Limit Reservable Bandwidth
  6. Pada jendela Limit Reservable Bandwidth tandai option Enable dan set Bandwidth limit menjadi 50 % atau nilai yang Anda inginkan. Semakin besar nilai yang Anda set maka semakin kecil bandwidth yang bisa digunakan komputer tersebut.
  7. Set limit reservable bandwidth untuk membatasi bandwidht
  8. Setelah seting Anda anggap sesuai click tombol OK dan tutup jendela Group Policy.
Agar setingan berpengaruh restart komputer. Kemudian cobalah untuk melakukan test terhadap kecepatan koneksi internet pada komputer tersebut. Jika Anda rasa masih cepat atau terlalu lambat, rubahlah setingan dengan mengikuti langkah-langkah tadi. Kemudian rubah nilai pada Bandwidth Limit menjadi lebih besar atau kecil tergantung dari kecepatan yang Anda inginkan. Setelah setingan Anda anggap pas. Barulah set komputer-komputer lainnya pada jaringan dengan seting yang sama atau seting yang berbeda pada Bandwidth Limit. Tentu saja dengan langkah-langkah yang sama seperti seting diatas.
Demikian sebuah cara membatasi bandwidth koneksi internet tanpa menggunakan software. Memang kurang efisien karena mesti menset satu-persatu komputer terutama pada jaringan yang besar. Namun pada jaringan skala kecil yang hanya terdiri dari 5-10 komputer saya rasa tidak cukup berat dilakukan. Lumayan untuk mengirit uang belanja software. Selamat mencoba!


Mengatasi Runtime Error Pada Komputer

Belajar komputer pada kasus Runtime Error. Ketika kita sedang mengoperasikan komputer, menjalankan suatu program lalu terjadi masalah komputer alias komputer “mogok” lalu muncul peringatan. Inilah saatnya anda mengalami salah satu dari runtime error. Ada banyak sekali runtime error dan kodenya masing-masing. Apa penyebab dan solusinya?
Runtime atau run-time error adalah pesan kesalahan dapat disebabkan oleh:

  1. Konflik Terminate-and-stay-resident (TSR) atau program yang sedang berjalan dan melakukan beberapa fungsi tertentu.
  2. Masalah software
  3. Virus komputer
  4. Masalah memori
Solusi:
Sebelum mengikuti rekomendasi untuk pemecahan masalah pada runtime error Anda jika Anda mendapatkan runtime error dengan kode kesalahan runtime dan pesan kesalahan seperti ” Runtime error 75 path/file access error”, lihat kode runtime error untuk melihat penjelasan kode kesalahan dan informasi tambahan dan penyebab kesalahan tersebut.
Konflik Terminate-and-stay-resident
Jika Anda mengalami pesan kesalahan runtime sedangkan Anda memastikan bahwa masalah tidak disebabkan oleh program pihak ketiga atau TSR seperti daftar dibawah, dan anda tetap mengalami masalah yang sama, pastikan bahwa tidak ada utilitas atau program yang sedang dibuka di autoexec.bat /config.sys dengan cara penggantian nama file temporal. Untuk melakukannya, ikuti petunjuk di bawah ini.
Boot ke MS-DOS prompt. Klik [start] lalu ketik [cmd] pada kotak search. Setelah masuk MS-DOS prompt, ketik: cd lalu tekan enter. Selanjutnya ketik lagi : [ren autoexec.bat autoexec.ch] lalu tekan enter. Ketik lagi : [ren config.sys config.ch] lalu tekan enter. Catatan ketika mengetik jangan memasukkan tanda ini []
Setelah selesai, reboot komputer.
 Masalah software
Jika masalah tetap ada kemungkinan bahwa program, utilitas atau permainan yang menyebabkan runtime error. Verifikasi melalui situs web pengembang bahwa semua update atau patch yang mungkin tersedia yang telah Anda download dan install.
Jika tidak ada patch atau update yang tersedia, upaya untuk menghapus dan / atau instal ulang program yang menyebabkan masalah. Jika Anda memiliki runtime error pada sistem operasi Anda, instal ulang sistem operasi.

Add-on, plug-in, atau perangkat lunak tambahan
Banyak error runtime juga disebabkan oleh Pengaya lain, plug-in, atau perangkat lunak tambahan lain yang telah diinstal ke komputer dan berhubungan dengan program. Jika Anda memiliki perangkat lunak tambahan yang terinstal dan berhubungan dengan program yang menghasilkan kesalahan pastikan tidak ada tersedia update untuk program-program dan/atau mencoba menguninstall masing-masing untuk memastikan mereka tidak menyebabkan masalah anda.

Virus komputer
Karena virus komputer yang mampu merusak sistem pengaturan/memori maka adalah mungkin bagi virus komputer untuk menghasilkan runtime error. Jika Anda saat ini menjalankan program perlindungan virus pada komputer Anda pastikan Anda memiliki patch atau update terbaru. Jika Anda tidak memiliki program perlindungan virus komputer disarankan membeli salah satunya. Pastikan tidak ada lagi virus di komputer Anda.

Masalah memori
Akhirnya, jika anda telah mengikuti semua rekomendasi di atas, adalah mungkin bahwa Anda mungkin menghadapi hardware memori. Kami sarankan Anda menghubungi dulu pengembang dari program yang menyebabkan masalah untuk setiap kemungkinan solusi. Jika tidak ada solusi yang ditemukan, kami sarankan Anda menghubungi produsen motherboard komputer atau rekomendasi tambahan dan/atau jasa layanan terkait.

Rahasia Software Trial Version

Mungkin teman-teman semua sering mendownload software-software yang ada di Internet. Ternyata setelah di download software tersebut adalah trial version. Tentu itu sangat menjengkelkan sekali. Jangan mudah tertipu oleh bacaan “Free Download”. Karena tulisan tersebut maksudnya bebas atau gratis untuk mendownload tetapi tidak dengan lisensinya. Apabila kita ingin mendapatkan lisensi dari software tersebut , kita harus bayar dahulu kepada vendor yang membuat software tersebut. Mungkin teman-teman semua tidak ingin mengeluarkan uang yang sekian dollar hanya untuk membeli lisensi software tersebut. Jangan pusing, karena disini akan diberitahuna tentang bagaimana cara mandapatkan lisensi tersebut secara gratisan.

Hal yang pertama yang mesti kalian lakukan adalah konek dengan internet. Kemudian kunjungi situs  www.keygens.nl lalu disana akan ada menu search untuk mencari software yang dimaksud. Kemudian masukan nama software dengan versinya dari software yang kalian cari. Lalu check list di kotak deep search lalu tekan Enter kemudian lakukan perintah yang diperintahkan selanjutnya.

Selain di www.keygens.nl tadi, ada satu lagi situs yang dapat memberikan lisensi/serial number secara gratisan. Kunjungi www.serials.be

Kalian juga bisa mendownload berbagai macam mendapatkan software gratisan sekalian dengan lisensinya kunjungi www.indowebster.com

SELAMAT MENCOBA !!!

Error Message di Windows XP dan Solusinya.

Pada saat kalian semua sedang enak-enak membuka sebuah program komputer atau bermain game, tiba-tiba muncul pesan Error yang muncul dari Windows. Tentu hal tersebut sangat menjengkelkan bagi diri kita.
Sekarang tidak usah pusing lagi dengan adanya kemunculan pesan Error tersebut, karena di sini akan diberi tahu segala macam solusinya.
Berikut berbagai pesan error saat bekerja di Windows XP :

1. “An unexpected I/O error has occured.” Pesan error tersebut ketika kalian mencoba membuat disket MS-DOS start-up di Windows XP. Penyebabnya sangat simpel yaitu belum diformatnya disket yang anda gunakan. Solusinya tinggal Format saja floppydisknya.:)

2. “You have encountered an arror, Error number 0×8004005 sorry no more help is available. Unspecified Error.” Ini dikarenakan anda menggunakan Windows Media Player 7/ Windows Media Player 8. Terutama sering dijumpai ketika anda akan menambahkan playlist baru ke Media Player, meng-copy CD Audio dengan mengklik menu [Copy Music], atau meng-copy CD audio melalui menu [Copr From CD]. Ini bisa terjadi karena file wmplibrary_v_0_12.db dan atau wmplibrary_v_0_12.LRD rusak. Solusinya adalah hapus dua file yang menajdi bidang permasalahnnya. Kemudian, Anda tinggal me-restart aplikasi Windows Media Playernya.

3. “An error occurred while trying to remove Program_name. Uninstallation has been canceled.” Solusinya Klik Start, Run, Ok. Lalu cari reistry HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\Current-Version\Uninstall. Lali cari aplikasi yang dimaksud dan delete.

3. “Explorer.exe has encountered a problem and needs to close. We are sorry for the inconvenience.” Mungkin ini adalah pesan error yang paling sering muncul ketika anda membuka komputer. Anda dapat mengatasinya dengan meng-uninstall aplikasi Microsoft Windows 2000 Resource Kit dari komputer Anda.

4. “An unexpected error occurred.” Solusinya Kili Start, Run, lalu ketik regsvr32 %systemroot%\system32\netshell.dll, kemudian klik Ok. Pada kotak dialog RegSvr32 yang muncul, Klik Ok.

5. “Error number : 0x8DDD0004.” Solusinya adalah jalankan aplikasi Internet Explorer. Klik Menu Tools, Internet Option, klik tab Program lalu klik Manage Add-Ons. Pada daftar add-ons, klik WUWebControl Class, lalu klik Enable pada area Setting, Lalu klik Ok.

6. “The device cannot start. (Code 10).” Solusinya adalah Klik Strat, klik kanan pada My Computer lalu ke TAB Hardware, lalu klik kanan pada Device. Lalu pilih update Diriver.

7. “This device is disabled.” Solusinya adalah kilk kanan device yang bersangkutan, lalu pilih Enable.

8. “It is Now Safe to Turn Off Your Computer.” Solusinya, klik Start, Control Panel, lalu pilih Power Option, klik TAB APM, lalu pilih opsi Enable Advanced Power Management Support. Lalu Ok.

Sekian postingan dari saya. Semoga apa yang saya posting kali ini bermanfaat bagi kalian semua. Majukan terus dunia Informasi dan Teknologi Indonesia. Maju Terus Pantang Mudur. :D Salam IT !!!